|
Nabi Zakaria, nama ini sudah kita kenal sejak mulai mendengar dengan diperdengarkan oleh orangtua kita atau guru mengaji. Atau bahkan kita mempelajarinya sendiri dengan membaca kisah-kisah Nabi. Setelah dewasa, kesan apakah yang muncul atas beliau? Tentunya sudah mendarah daging suri tauladan darinya, atau justru sudah lupa?
Ibunya Maryam, adakah yang mengenal dan meneladaninya? Kisah kehidupannya sedikit diekspose memang, tapi untuk para calon ibu atau seorang ibu yang menginginkan keshalehan putra/putrinya yang hendak terlahir kedunia, pantas untuk meneladaninya.
Kalau di Al Qur’an surat Ali Imron (3) : 33-41, kita akan mendapatkan pelajaran dan tauladan hidup dari seorang individu atau sebuah keluarga. Kesabaran seorang hamba Allah dalam menginginkan keturunan, dan ketundukan seorang ibu pada Sang Pencipta.
Nabi Adam, kita mengenalnya sebagai Nabi sekaligus sebagai manusia ciptaan Allah yang pertama. Nabi Nuh, adalah sosok manusia yang dengan keteguhannya mengemban risalah Allah dalam berdakwah dan kesabaran menghadapi umatnya dalam berdakwah selama 950 Tahun. Meskipun dalam kurun waktu tersebut, hanya beberapa gelintir orang yang mau beriman kepadanya. Keluarga Ibrahim, Nabi Ibrahim, tidak memungkiri bahwa ia adalah seorang Nabi, tapi beliau adalah sosok manusia pencari Tuhan yang sampai pada kesimpulan dengan kecerdasannya bahwa segala sesuatu itu ada yang menciptakan dan yang menciptakan itu pastilah bersifat kekal. Keteguhan dan kesabaran serta keimanan beliau pada Rabb semesta alam, memahatnya menjadi manusia paripurna hingga keberkahan tersebut mengekar kuat sampai ke keturunannya. Keluarga Imron, adalah potret keluarga yang penuh dengan keimanan, dan ketundukan pada Allah swt. Tapi untuk tulisan ini, lebih untuk mempelajari tauladan hidup dari seorang Ibu, Ibundanya Maryam, dan seorang Nabi, Nabi Zakaria.
Ibunya Maryam, ia adalah sosok wanita yang menginginkan ketika janin yang dikandungnya lahir, bisa mengabdi pada Rabb Semesta Alam. Ia bermunajat dan menazarkan anak yang dikandungnya tersebut untuk Allah swt. Ia mengikhlasan secara total kepada Allah, berlari kepada Allah secara total dan melepaskan diri dari ubudiah seseorang, sesuatupun dan nilai apapun. Akan tetapi, ketika anak yang dikandungnya lahir, ia mengadukannya kepada ALLAH, bermunajat, curhat kekecewaan karena yang dilahirkannya tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Beliau tetap mendoakan anaknya agar mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan dari Allah dan anak-anak keturunannya dari setan yang terkutuk. Anak tersebut adalah Maryam. Allah pun menerimanya dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik , dan Allah menjadikan Zakaria sebagai pemeliharanya. Maryam, tumbuh menjadi gadis yang sholeh dan selalu bermunajat kepada Allah. Sehingga karena ketakwaannya tersebut, Allah memudahkan rizkinya, hal ini terbukti dengan adanya buah-buahan yang selalu tersedia didalam mihrabnya. (Qs 3 : 35 -37)
Ketika Nabi Zakaria melihat pertumbuhan dan keshalehan Maryam, beliau menjadi semakin bermunajat kepada Allah, dan menginginkan pula seorang anak yang sholeh. Ia berdoa ’Ya Tuhanku, berilah aku anak dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa’. Doa beliaupun dikabulkan oleh Allah dengan kehamilan istrinya yang mandul dan sudah berusia lanjut sebagaimana Nabi Zakaria, sehingga lahirlah seorang anak yang bernama Nabi Yahya. (Qs. 3 : 38 – 41)
Sedikit kisah dari Ibundanya Maryam dan Nabi Zakaria tersebut, adalah untuk para ibu, calon ibu atau seorang ayah yang menginginkan keshalehan putra/putrinya yang akan lahir. Kesucian hati, ketulusan, dan kesabaran dalam berdoa menjadikan sarana terkabulnya doa, pun akan lahir seorang anak yang sholeh, sholehah dan jernih pula jiwanya, insyaAllah.
Sumber : Tafsir Fi Zilalil Qur’an karya Sayyid Qutb
Note : Sebuah keinginan layaknya ibundanya Maryam dan Nabi Zakaria, tulisan ini untukku dan buah hatiku yang masih berada di kandungan, semoga menjadi hamba Allah yang berhati jernih dan berjiwa besar. .amin
Senin, 01 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar